~w0nDerfuL liFe~
LiFE mUst G0 0n =)
Sunday, February 26, 2012
tentang sesuatu itu~
Setiap hari sy menyusuri blog blog tulisan yang semakin berkembang seumpama cendawan selepas ujan...namun saya sangat tertarik kepada blogger blogger yang membincangkan dan menghuraikan pandangan masing2 mengenai Islam sebagai medium dakwah mereka.... Saya mendoakan agar blogger yang memperjuangkan agama Allah Swt dengan ikhlas ini sentiasa dimudahkan urusan Akhirat dan Dunia..
Namun...
ada segelintir blogger2 yang kerap kali mengaitkan perkara2 yang berkaitan islamiyah akan tetapi akhlak n adab tidak nampak seperti memperjuangan Islam.. malah ada yang mendedahkan gambar2 mereka sendiri yang sepatutnya tidak perlu didedahkan dalam Facebook or tweeter or ape ape.. Mereka menghuraikan ilmu ilmu islam,berdakwah.. tetapi aurat tidak dijaga... pakaian ketat ketat... malah sebilangan nya ade juga menghuraikan Al-Quran dan Hadith hanya untuk menghalalkan perbuatan mereka.... masyaallah..
Tak terkecuali yang menghuraikan Al-Quran dan Hadith hanya mengikut nafsu tanpa berlandaskan pandangan ilmu pengetahuan atau pandangan ulama.
yang paling mengecewakan... mereka menyebarkan dakyah dakyah yang tak betui ini melalui platform spt Facebook Dsb nya..bagi mereka yang kurang pengetahuan akan terus menerus menyebarkan pandangan yang rosak ini tanpa memikirkan kesan nya pada Umat Islam..
Yang terbaik... kita jangan terus menerus menerima sesuatu itu tanpa selidik terlebih dahulu... berguru dan bertanyalah kepada alim ulama` yang di yakini Ilmu-nya..semoga kita juga termasuk dalam orang orang yang benar...
~Hadith~
hari ini bertemu saya ngan seorang sahabat... menceritakan kepentingan keduaniaan dengan memberikan hadith yang biasa kita dengar
"Berkerjalah kamu seolah-olah kamu akan hidup 1000 tahun lagi dan beribadatlah kamu seolah-olah kamu akan mati esok hari"
walau pun kata kata kawan ini menjerumus untuk memberikan motivasi ke arah kehidupan dunia.. dan dia jugak tidak menafikan kepentingan mencari akhirat.. dan saya hanya mendengar.
pandangan saya, tidak salah kita mencari kehidupan dunia kerana ianya jambatan ke akhirat...namun saya juga melihat diri saya sendiri... berapa kalikah saya memikirkan tentang akhirat dalam 24 jam.. adakah apabila waktu solat sahaja..?
cuba kita renungkan .. berapa banyak masa dalam kehidupan kita untuk kita berusaha mendapatkan akhirat? selama hidup 20 > 30 > 40 > 50 > 60 tahun atau lebih,berapa banyak masa kita luangkan untuk kehidupan di akhirat?
perlu ingat ibadah bukan hanya kepada pekara2 yang fardhu ain yang memang wajib kerana ini adalah tugas WAJIB kita sebagai hamba.. ibadah juga adalah dalam kehidupan ..tetapi berapa ramai yang sedar tentang ini hingga lupa tentang kehidupan itu satu ibadah..?
Perhatikan baik baik hadith di atas... mana kah yang lebih penting, Dunia @ akhirat? Banyak yang menggunakan hadith diatas untuk meraih kepantingan dunia atau untuk memberikan tanggapan kepada kepentingan dunia..(saya tidak nafikan ini)
Cuma apa yang saya ingin kita perhatikan; penggunaan ayat hadith ini..
1) Berkerjalah kamu seolah-olah kamu akan hidup 1000 tahun lagi
2) beribadatlah kamu seolah-olah kamu akan mati esok hari
Apa yang saya lihat hadith ini juga menerangkan mengenai MASA..
1)Jika kita diberikan hidup selama 1000 tahun, adakah kita akan berusaha mendapatkan bekalan keduniaan untuk 1000 tahun secara mendadak? (agak mustahil) tetapi percayalah kita akan mendapatkan nya secara berperingkat..(maksudnya kita masih mempunyai masa untuk mengumpul harta dunia) MASA kamu sangat panjang...namun.....
"Berkerjalah kamu seolah-olah kamu akan hidup 1000 tahun lagi dan beribadatlah kamu seolah-olah kamu akan mati esok hari"
walau pun kata kata kawan ini menjerumus untuk memberikan motivasi ke arah kehidupan dunia.. dan dia jugak tidak menafikan kepentingan mencari akhirat.. dan saya hanya mendengar.
pandangan saya, tidak salah kita mencari kehidupan dunia kerana ianya jambatan ke akhirat...namun saya juga melihat diri saya sendiri... berapa kalikah saya memikirkan tentang akhirat dalam 24 jam.. adakah apabila waktu solat sahaja..?
cuba kita renungkan .. berapa banyak masa dalam kehidupan kita untuk kita berusaha mendapatkan akhirat? selama hidup 20 > 30 > 40 > 50 > 60 tahun atau lebih,berapa banyak masa kita luangkan untuk kehidupan di akhirat?
perlu ingat ibadah bukan hanya kepada pekara2 yang fardhu ain yang memang wajib kerana ini adalah tugas WAJIB kita sebagai hamba.. ibadah juga adalah dalam kehidupan ..tetapi berapa ramai yang sedar tentang ini hingga lupa tentang kehidupan itu satu ibadah..?
Perhatikan baik baik hadith di atas... mana kah yang lebih penting, Dunia @ akhirat? Banyak yang menggunakan hadith diatas untuk meraih kepantingan dunia atau untuk memberikan tanggapan kepada kepentingan dunia..(saya tidak nafikan ini)
Cuma apa yang saya ingin kita perhatikan; penggunaan ayat hadith ini..
1) Berkerjalah kamu seolah-olah kamu akan hidup 1000 tahun lagi
2) beribadatlah kamu seolah-olah kamu akan mati esok hari
Apa yang saya lihat hadith ini juga menerangkan mengenai MASA..
1)Jika kita diberikan hidup selama 1000 tahun, adakah kita akan berusaha mendapatkan bekalan keduniaan untuk 1000 tahun secara mendadak? (agak mustahil) tetapi percayalah kita akan mendapatkan nya secara berperingkat..(maksudnya kita masih mempunyai masa untuk mengumpul harta dunia) MASA kamu sangat panjang...namun.....
2)Jika kamu tahu akan mati esok hari.... bagai manakah ibadah kamu kepada ALLAH Swt? adakah masih menunggu masa yang berperingkat untuk beribadah atau kamu akan menumpukan seluruh kehidupan rohani dan fizikal hanya untuk mencapai keredoaan ALLAH..?Sudah tentu ibadah kamu akan menjurus kearah keikhlasan yang sangat tulus...kerana KAMU AKAN MATI ESOK HARI...kamu tiada MASA.
Disini saya ingatkan :
1)Saya hanya mahu anda fikirkan ttg kepentingan antara keduanya tanpa menidakkan kepentingan keduanya.
2)Juga hadith ini menjurus kearah ibadah kepada ALLAH dan hanya sampingannya kepada Keduniaan; dan YANG PASTI, dalam melakukan pekara pekara keDUNIAan adalah semuanya melingkungi faktor IBADAH..(dosa dan pahala)
3)Bagi yang menggunakan Hadith ini semata mata mahu mendapatkan kepentingan keduniaan tanpa melihat yang lebih penting yakni AKHIRAT... harap berhentilah kerana ALLAH tahu apa isi hatimu.
Monday, January 9, 2012
it's all about the climb...
There's always gonna be another mountain...
I'm always gonna wanna make it move....
Always gonna be an uphill battle...
Sometimes I'm gonna have to lose...
Ain't about how fast I get there...
Ain't about what's waitin' on the other side...
It's the climb..
ya Allah gives me a strength...just got to keep going and keep moving...
Sunday, January 8, 2012
Lailaha Illallah - Hafiz Hamidun
Lailaha Illallah ...terapi diri...sungguh menyentuh qalbu...semoga kalimah ini sentiasa memberi kekuatan pada jiwa dan pegangan hidup kita...
"Tiada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah"
Saturday, January 7, 2012
Tanya sama hati...
Assalamualaikum..just sharing here...sesuatu yang menarik yang saya terbaca...
benarkah hati ini amat penting pada manusia? tanya sama hati bukan tanya sama pokok hehe..mari kita lihat pada bacaan seterusnya...
GINJAL tanya JANTUNG : ' Sayang di mana ? '
JANTUNG jawab : ' tak tahu '
JANTUNG pun tanya PARU-PARU : ' Sayang di mana ? '
PARU-PARU cakap : ' tak tahu '
PARU-PARU tanya HATI plak : ' Sayang di mana ? '
HATI pun jawab : ' Sayang di sini '
GINJAL , JANTUNG & PARU-PARU hairan... ' Kenapa Sayang ada di hati ??? '
HATI jawab : 'Hati di pilih oleh Tuhan untuk memiliki Sayang '
Kerana Sayang , Hati rela Menangis , Hati rela Dilukai .
Dan kerana Sayang, Hati rela Berkorban ...
-KEAJAIBAN HATI-
Hati merupakan bahagian yang paling penting di dalam diri manusia. Ia adalah raja bagi seluruh diri manusia. Hatilah yang bisa membuat manusia menjadi manusiawi, pusat dari kepribadian manusia. Dan karena manusia terikat dengan Allah Ta'ala , pusat inilah, tempat mereka bertemu dengan Allah Ta'ala.
Rasulullah SAW bersabda, "Dalam diri manusia itu ada segumpal darah, yang apabila baik maka baik seluruhnya, tetapi apabila buruk maka buruk seluruhnya, itulah hati". [HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda : "Manusia, dua matanya itu pemberi petunjuk. Kedua telinganya itu corong. Lidahnya itu juru bahasa, Kedua tangannya itu sayap. Kedua kakinya itu pos. Dan hatinya itu raja. Apabila raja itu baik, niscaya baiklah tentara-tentaranya". [HR Abu Na'im dan Thabrani].
Karena hati merupakan pusat sejati dari seorang manusia, Allah Ta'ala menaruh perhatian khusus padanya.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia memandang kepada HATI kalian". [HR Muslim]
Bahkah karena demikian khusus posisinya, maka baik atau tidaknya suatu amal bergantung sekali dengan hati. Untuk itulah dalam sebuah hadis dikatakan, bahawa amal itu bergantung kepada niatnya. Sedangkan niat itu bertempat di hati.
Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. [QS. Al Ahzab (33) : 5]
Apabila cahaya iman yang memantul di hati, Allah SWT menuntun seorang dari kejahilan tentang Allah SWT menjadi ma'rifatullah. Dari ketidaktahuan tentang pelik-pelik dan hakikat-hakikat agama menjadi pemahaman dengan keyakinan. Dengan cahaya iman Allah SWT menuntun seorang ke Sirathul Mustaqim.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya... [QS. Yunus (10) : 9]
Sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada siraatul mustaqim. [QS. Al Hajj (22) : 54]
dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. [QS. Al Anfaal (8): 17]
Dari Ummu Salamah R.A, Rasulullah SAW bersabda : "Apabila dikehendaki oleh Allah kebajikan pada seorang hamba, nescaya dijadikan-Nya orang itu memperoleh pelajaran dari hatinya." [HR. Abu Manshur Ad-Dailamy].
“Seorang mukmin apabila dia melakukan dosa, akan muncullah bintik hitam di dalam jiwanya. Apabila dia bertaubat dan menghentikan dosanya serta beristighfar, maka hilanglah bintik hitam itu. Sekiranya dia meneruskan perbuatan dosanya, maka bertambahlah bintik hitam itu pada hatinya, sehingga tertutup seluruh hatinya” Hadith riwayat Al-Baihaqi.
Selamat menjaga hati kita..hati bukan sekadar letaknya sayang tapi lebih daripada itu seperti hadis dan firman Allah SWT. Semoga perkongsian ini bermanfaat..berdoalah semoga Allah tidak membutakan hati kita daripada melihat kebenaran..insyaAllah ^_^
benarkah hati ini amat penting pada manusia? tanya sama hati bukan tanya sama pokok hehe..mari kita lihat pada bacaan seterusnya...
GINJAL tanya JANTUNG : ' Sayang di mana ? '
JANTUNG jawab : ' tak tahu '
JANTUNG pun tanya PARU-PARU : ' Sayang di mana ? '
PARU-PARU cakap : ' tak tahu '
PARU-PARU tanya HATI plak : ' Sayang di mana ? '
HATI pun jawab : ' Sayang di sini '
GINJAL , JANTUNG & PARU-PARU hairan... ' Kenapa Sayang ada di hati ??? '
HATI jawab : 'Hati di pilih oleh Tuhan untuk memiliki Sayang '
Kerana Sayang , Hati rela Menangis , Hati rela Dilukai .
Dan kerana Sayang, Hati rela Berkorban ...
-KEAJAIBAN HATI-
Hati merupakan bahagian yang paling penting di dalam diri manusia. Ia adalah raja bagi seluruh diri manusia. Hatilah yang bisa membuat manusia menjadi manusiawi, pusat dari kepribadian manusia. Dan karena manusia terikat dengan Allah Ta'ala , pusat inilah, tempat mereka bertemu dengan Allah Ta'ala.
Rasulullah SAW bersabda, "Dalam diri manusia itu ada segumpal darah, yang apabila baik maka baik seluruhnya, tetapi apabila buruk maka buruk seluruhnya, itulah hati". [HR. Bukhari]
Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda : "Manusia, dua matanya itu pemberi petunjuk. Kedua telinganya itu corong. Lidahnya itu juru bahasa, Kedua tangannya itu sayap. Kedua kakinya itu pos. Dan hatinya itu raja. Apabila raja itu baik, niscaya baiklah tentara-tentaranya". [HR Abu Na'im dan Thabrani].
Karena hati merupakan pusat sejati dari seorang manusia, Allah Ta'ala menaruh perhatian khusus padanya.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia memandang kepada HATI kalian". [HR Muslim]
Bahkah karena demikian khusus posisinya, maka baik atau tidaknya suatu amal bergantung sekali dengan hati. Untuk itulah dalam sebuah hadis dikatakan, bahawa amal itu bergantung kepada niatnya. Sedangkan niat itu bertempat di hati.
Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. [QS. Al Ahzab (33) : 5]
Apabila cahaya iman yang memantul di hati, Allah SWT menuntun seorang dari kejahilan tentang Allah SWT menjadi ma'rifatullah. Dari ketidaktahuan tentang pelik-pelik dan hakikat-hakikat agama menjadi pemahaman dengan keyakinan. Dengan cahaya iman Allah SWT menuntun seorang ke Sirathul Mustaqim.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya... [QS. Yunus (10) : 9]
Sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada siraatul mustaqim. [QS. Al Hajj (22) : 54]
dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. [QS. Al Anfaal (8): 17]
Dari Ummu Salamah R.A, Rasulullah SAW bersabda : "Apabila dikehendaki oleh Allah kebajikan pada seorang hamba, nescaya dijadikan-Nya orang itu memperoleh pelajaran dari hatinya." [HR. Abu Manshur Ad-Dailamy].
“Seorang mukmin apabila dia melakukan dosa, akan muncullah bintik hitam di dalam jiwanya. Apabila dia bertaubat dan menghentikan dosanya serta beristighfar, maka hilanglah bintik hitam itu. Sekiranya dia meneruskan perbuatan dosanya, maka bertambahlah bintik hitam itu pada hatinya, sehingga tertutup seluruh hatinya” Hadith riwayat Al-Baihaqi.
Selamat menjaga hati kita..hati bukan sekadar letaknya sayang tapi lebih daripada itu seperti hadis dan firman Allah SWT. Semoga perkongsian ini bermanfaat..berdoalah semoga Allah tidak membutakan hati kita daripada melihat kebenaran..insyaAllah ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)

